Etika Profesi Bankir

A.Definisi Etika dan Bankir
Etika berasal dari dua kata Yunani yang hampir sama bunyinya, namun berbeda artinya. Pertama berasal dari kata ethos yang berarti kebiasaan atau adat, sedangkan yang kedua dari kata ethos, yang artinya perasaan batin atau kencenderungan batin yang mendorong manusia dalam perilakunya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen P dan K, 1988), etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti sebagai berikut.
1.Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
2.Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3.Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan/ masyarakat.

Nilai-nilai etika harus diletakkan sebagai landasan atau dasar pertimbangan dalam setiap tingkah laku manusia termasuk kegiatan di bidang keilmuan.
Sedangkan Bankir adalah seseorang yang bekerja di bank dan sedang/pernah berkecimpung dalam bidang teknis operasional dan non operasional perbankan.
Bankir yang professional adalah bankir yang memiliki integritas pribadi, keahlian dan tanggungjawab social yang tinggi serta wawasan yang luas agar mampu melaksanakan pola manajemen bank yang professional pula. Bankir yang professional memang dituntut melaksanakan 2 hal penting yaitu, dapat menciptakan laba dan menciptakan iklim bisnis perbankan yang sehat. Namun dalam penciptaan laba tersebut, bankir harus tetap terkendali ( prudent ).
Menjadi bankir yang professional memerlukan beberapa persyaratan, diantaranya adalah :
1.Memiliki skill (keterampilan) dan knowledge (pengetahuan).
2.Mampu menerima tekanan dari pihak manapun tanpa mengurangi kinerjanya.
3.Memiliki inisiatif dan aktif dalam pencapaian tujuan serta tidak bersikap menunggu
4.Memiliki job motivation yang tinggi
5.Memiliki jiwa kepemimpinan (leadership ability)
6.Mempunyai sales ability
7.Memiliki kemampuan untuk : menyusun rencana, mengorganisasikan, menetapkan prosedur kerja dan mengendalikan tugas pekerjaan agar menuju kearah pencapaian tujuan bank

Etika dan kewajibannya sehubungan dengan tugas di lingkungan perbankan untuk setiap petugas bank, baik bankir maupun pimpinan bank adalah sebagai berikut :
1.Bank wajib memberikan laporan pada Bank Indonesia untuk mengetahui posisi perbankan dan moneter serta kegiatan perekonomian dan pemerintah dapat menentukan kebijakn ekonomi dan moneter.
2.Setiap bank wajib mengumumkan Neraca dan Laporan rugi-laba yang sebenarnya tiap tahun dengan diterbitkan pada surat kabar, agar masyarakat dapat mengetahuinya.
3.Bank wajib menjaga kerahasian keuangan para nasabah dari siapapun, kecuali jika ada syrat resmi dari Mentri Keuangan secara tertulis untuk keperluan perpajakan dan peradilan.
4.Petugas bank mempunyai kewajiban untuk tidak membicarakan tentang keuangan nasabahnya di luar kepentingan dinas dan berkewajiban untuk menjaga dan memelihara arsi atau surat-surat antara bank dengan nasabahnya.
5.Dalam hal pembayaran pajak, para bankir harus melaksanakan pemotongan pajak pendapatan atas gaji, upah atau honorarium para karyawannya dan berkewajiban membayar pajak perusahaan.
6.Bank harus mengupayakan untuk selalu dapat memenuhi janji atau persetujuan yang telah disepakati dengan para nasabahnya.
7.Bank juga harus memberikan nasihat yang obyektif, tidak memihak dan tidak mengikat bagi para nasabahnya. Sebab, nasabah yang dating ke bank adakalanya penuh suasana serba tidak pasti, jenis jasa apa yang sebaiknya akan dipilihnya. Oleh karenanya, bank harus dapat menampilkan beberapa pilihan produk / jasa bank bagi para nasabahnya.

a)Etika Pelayanan Bankir
1.Sikap dan Perilaku
2.Penampilan
3.Cara berpakaian
4.Cara berbicara
5.Gerak gerik
6.Cara bertanya.

b) Tujuan Etika Bankir

1.Untuk Persahabatan dan Pergaulan
2.Menyenangkan Orang lain
3.Membujuk Nasabah
4.Memepertahankan Nasabah
5.Membina dan Menjaga Hubungan
6.Berusaha menarik nasabah

c)Manfaat Etika Bankir
1.Percaya diri
2.Dihormati dan di hargai
3.Disegani dan disenangi.

B.Kode Etik Bankir
Setiap bankir di Indonesia wajib mengelola bank secara sehat dan menghormati norma-norma perbankan yang berlaku, menaati semua tata nilai sebagai pedoman dasar dalam menentukan sikap dan tindakannya.
Norma-norma perbankan yang diakui, diterima dan ditaati tersebut tertuang dalam Kode Etik Bankir di Indonesia yang isinya sebagai berikut :
1.Seorang bankir patuh dan taat pada ketentuan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.
2.Seorang bankir melakukan pencatatan yang benar mengenai segala transaksi yang bertalian dengan kegiatan banknya.
3.Seorang bankir menghindarkan diri dari persaingan yang tidak sehat.
4.Seorang bankir tidak menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi.
5.Seorang bankir menghindarkan diri dari keterlibatan dalam pengambilan keputusan dalam hal terdapat pertentangan kepentingan.
6.Seorang bankir menjaga kerahasiaan nasabah dan banknya.
7.Seorang bankir memperhitungkan dampak yang merugikan dari setiap kebijakan yang ditetapkan banknya terhadap keadaan ekonomi, social dan lingkungan.
8.Seorang bankir tidak menerima hadiah atau imbalan yang memperkaya diri pribadi maupun keluarganya.
9.Seorang bankir tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat merugikan citra profesinya.

Kode etik ini merupakan rumusan norma-norma, nilai-nilai tertulis yang disusun dan disepakati bersama para banker untuk menjadi pedoman yang harus ditaaati. Kode etik ini bersifat universal, agar semua bankir mempunyai persepsi yang sama dalam implementasinya.

C.Penerapan Kode Etik

a)Sebagai individu seorang bankir harus memiliki dan memelihara :
1.Sikap sopan santun.
2.Kejujuran dalam tugas.
3.Sikap lebih menguntungkan tugas daripada kepentingan pribadi / menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest).
4.Sikap menjaga kerahasiaan.
5.Sifat profesional dalam pencatatan dalam pelaporan.
6.Sikap taat pada peraturan.
7.Sikap loyal terhadap profesi dan banknya.
8.Sikap menciptakan dan menjaga lingkungan fisik kerja.
9.Sikap ingin maju dan mengembangkan diri.

b)Sebagai lembaga, bank disarankan agar :
1.Mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku.
2.Memuat kode etik bankir Indonesia di dalam peraturan disiplin pegawai.
3.Memasyarakatkan kode etik bankir Indonesia.

c)Fungsi Kode Etik
1.Pedoman yang berisikan tata cara berperilaku kerja atau dan kerjasama dengan berbagai pihak di dalam dan di luar bank.
2.Merupakan rambu-rambu menuju ke arah tindakan dan perilaku yang tepat, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas.

D. Prinsip- Prinsip Etika Perbankan
Disini penyaji akan memaparkan dua macam prinsip- prinsip etika yang pertama prinsip dasar etika bankir dalam mengelola perbankan, yang kedua prinsip-prinsip etika perbankan secara umum.
Pertama Etika Dasar para bankir dalam prinsip pengelolaan bank harus mengupayakan terselenggaranya iklim usaha perbankan yang sehat yaitu dengan menjaga :
1.Likuiditas Bank atau kelancaran operasional bank
2.Solvabilitas Bank atau terpeliharanya kekayaan bank agar kokoh dan mampu memenuhi seluruh kewajiban finansialnya.
3.Rentabilitas atau tingkat keuntungan yang dapat dicapai bank dan
4.Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank (bonafiditas).

Kedua Prinsip etika perbankan secara umum terdiri dari 8 bagian yaitu :
1.Prinsip kepatuhan
Pada prinsipnya semua orang dimanapun mempunyai peraturan yang harus mereka patuhi, begitu juga para bankir yang diharuskan mematuhi peraturan perbankan, undang-undang, kebijakan pemerintah, peraturan ketenaga kerjaan yang menyangkut masyarakat, nasabah, pemerintah, pemilik dan karyawan.
2.Prinsip Kerahasiaan
Para bankir dituntut agar dapat menjaga kerahasiaan terutama dengan nasabah serta kerahasiaan kejabatannya.
3.Prinsip Kebenaran Pencatatan
Setiap petugas bank wajib memelihara arsip atau dokumen dan mencatat semua transaksi dengan benar serta menjaga kerahasiaannya.
4.Prinsip Kesehatan bersaing
Persaingan ini dapat bersifat intern yaitu, antar bagian dalam bank itu sendiri dan bersifat ekstern yaitu persaingan antar sesama bank. Dalam hal lebih kepada untuk memberikan pelayanan serta promosi atas jasa-jasa apa saja yang diberikan oleh bank tersebut, tapi setiap bank harus tetap menjaga agar tercipta iklim persaingan yang sehat.
5. Prinsip Kejujuran Wewenang
Kepercayaan dan wewenang yang telah diberikan oleh para pihak terkait dalam hal ini pemerintah, nasabah, pemilik, masyarakat dam karyawan hendaknya tetap dinomor satukan dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar etika yang telah disepakati bersama.
6.Prinsip Keterbatasan Keterangan
Meskipun petugas bank dan bankir diminta untuk bersikap informative terhadap pihak luar, namun sifatnya terbatas.
7.Prinsip Kehormatan Profesi
Setiap petugas bank ataupun bankir diharuskan taat manjaga kehormatan profesi dengan cara menghindarkan diri dari hal-hal semacam kolusi, pemberian hadiah, upeti, dan fasilitas dari pihak lain yang menginginkan kemudahan dalam hal prosedur bank.
8.Prinsip Pertanggungjawaban Sosial
Pertanggungjawaban ini lebih di arahkan pada pemerintah, nasabah, pemilik ataupun masyarakat dalam hal melaksanakan operasional perbankan.

E.Contoh Kasus Etika Bankir ( Negatif )
KASUS ETIKA BISNIS CITIBANK
Pelanggaran Etika individu Manager Citibank (Malinda Dee) terhadap profesinya.
Malinda Dee telah menyalahgunakan jabatan sebagai manajer dan melakukan penyalahgunakan kepercayaan nasabah, blanko yang seharusnya tidak boleh ditandatangani lebih dulu oleh nasabah, tapi telah ditandatangani. Selain itu, BI yang turut menangani kasus Malinda Dee juga menemukan adanya penyetoran uang nasabah melalui Malinda. Padahal, cara seperti ini tidak boleh dilakukan. Penyetoran harus nasabah yang datang langsung ke teller atau kasir.
Malinda Dee telah melanggar kode etik seseorang yang profesional, yaitu :
1.Tidak dapat menjaga komitmen untuk berperilaku terhormat dalam melayani klien.
Tidak memiliki pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya;.
2.Bertindak melampaui batas bukan dalam kerangka pelayanan serta tidak menghormati/menjaga kepercayaan klien.
3.Tidak mampu menunjukkan dedikasi dan loyalitas yang terus-menerus untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.
4.Tidak memiliki integritas yang mengharuskan seorang profesional untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.
5.Tidak mengikuti prinsip obyektivitas dan kehati-hatian profesional akibatnya terjadi benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
6.Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan. Prinsip obyektivitas mengharuskan untuk bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada di bawah pengaruh pihak lain.
7.Pelanggaran Etika Organisasi Citibank terhadap Etika bisnis
Kasus pelanggaran etika bisnis yang terjadi adalah kasus Irzen Okta, 56 tahun,
meninggal dunia di kantor Citibank Cabang Menara Jamsostek, diduga tewas akibat tekanan psikis dari para debt collector lantaran mempertanyakan tagihan kartu kreditnya yang membengkak dari Rp 48 juta menjadi Rp 100 juta. Sebelumnya, Irzen Octa juga mendapatkan perlakuan kasar dari para debt collector yang datang ke rumahnya.
Tidak hanya menghina dan berkata-kata kasar, tetapi para debt collector tersebut juga sampai menginap di teras depan rumahnya. Karena merasa tidak mampu membayar, Irzen Octa sebelumnya telah menawarkan beberapa solusi terhadap pihak Citibank seperti menjadi kurir sukarela dan menawarkan agar kasusnya dibawa ke meja hijau, tetapi pihak Citibank tetap bersikeras agar Irzen membayar hutang-hutangnya.
Dalam hal ini sebaiknya Citybank lebih memperhatikan hal-hal berikut:
– Kode etik penagihan utang melekat pada etika bankir yang mengutamakan keamanan nasabah. Jadi, tidak hanya memperlakukan nasabah sebagai obyek.
– Ketika bank bekerja sama dengan penagih utang, kalau terjadi pelanggaran, bank harus ikut bertanggung jawab.
– Seharusnya pihak bank menyelesaikan hutang piutang itu melalui pengadilan perdata, bukan dengan mengerahkan debt collector.
– Oleh karena itu, sebagai perpanjangan tangan bank, debt collector harus bertindak sesuai dengan aturan dan etika serta sepengetahuan bank.
– BI harus menghapus sistem subkontrak (outsourcing) yang melibatkan jasa debt collector dalam penagihan utang kartu kredit.
Dampak dari dua kasus tersebut Bank Indonesia menyatakan Citibank dilarang menerbitkan kartu kredit kepada nasabah baru selama 2 tahun dan memastikan pelanggaran dalam ketentuan layanan prioritas Citigold dan kartu kredit. Citibank dilarang menggunakan jasa penagihan kartu kredit oleh debt collector selama dua tahun, dilarang menerima nasabah baru layanan prioritas atau Citigold selama satu tahun.
BI meminta Citibank memecat pegawai di bawah pejabat eksekutif yang terlibat langsung kasus layanan prioritas Citigold Melinda Deedan penagihan kartu kredit yang menewaskan Irzen Okta. Bank ini juga tidak boleh membuka kantor baru selama 1 tahun terhitung sejak tanggal 6 Mei 2011.

DAFTAR PUSTAKA

As’ad, 2004. 25 Etika Profesi
Kasmir, Etika Costumer Service
http://bankirnews.com/Diakses, 17 Desember 2013
http://www.dki.perbarindo.org/ Diakses, 17 Desember 2013

By yatmizia ilham

Telaah Konsep Ekonomi Islam

      Ekonomi islam merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, menganalisis, dan akhirnya menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang islami. Yang dimaksud dengan cara-cara islami disini adalah cara-cara yang didasarkan atas ajaran agama islam, yaitu alqur’an dan Sunnah nabi.

  1.      Untuk memberikan pengertian yang lebih jelas maka penulis menjabarkan definisi Ekonomi Islam menurut beberapa pakar ekonom islam seperti :

a. Muhammad Abdul mannan
Mendefinisikan Ekonomi islam sebagi ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-maslah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh nilai-nilai islam.
b. Umar Chapra, mendefenisikan ekonomi islam sebagai sebuah pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagian manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas, yang berada dalam koridor yang mengacu pada ajaran islam tanpa memebrikan kebebasan individu atau tanpa prilaku makro ekonomi yang berkesinambungan dan tanpa ketidakseimbangan lingkungan.
c. Kursyid Ahmad, mendefiniskan ekonomi islam sebagai sebuah usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku manusia secara relasional dalam perspektif islam.
d. M.M. Metwally, mendefenisikanekonomi islam sebagai ilmu yang mempelajari prilaku muslim (yang beriman) dalam suatu masyarakat islam yang mengikuti Al-Qur’an, Al-Hadis, Ijma’, dan Qiyas.
e. Sedangkan Muhammad Firdaus dkk, mendefinisikan ekonomi islam sebagai ekonomi yang berlandaskan pada nilai-nilai ilahiyah dengan perpaduan antara pencurahan tenaga dan pemikiran yang dimiliki oleh manusia dengan wahyu yang bersumber dari Allah Swt.

Sehingga dari penjabaran definisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa ilmu ekonomi islam bukan hanya kajian tentang persoalan nilai saja, tetapi juga dalam bidang kajian ilmu. Keterpaduan antara ilmu dan nilai inilah yang menjadikan ekonomi islam sebagai konsep yang utuh dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Istilah Ekonomi islam ini sebenarnya muncul sejak islam itu dilahirkan.

Ekonomi islam lahir bukanlah sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri melainkan bagian integral dari agama islam. Namun fenomena ekonomi islam ini menjadi perhatian bagi ilmuwan muslim pada awal abad XX. Karya bidang ilmu ekonomi islam muncul pada dekade keempat abad XX, yang dimulainya pada tahun 30-an. Salah satu penyebabnya ialah karena krisis ekonomi dunia pada tahun 1930, sehingga pada tahun 1930 itu ekonomi islam mulai bangkit lagi dan mengalami puncaknya pada tahun 1960.

Gagasan yang melatar belakangi kemunculan Ekonomi Islam yaitu pemikiran dari Mazhab Ekonomi Islam kontemporer dan Modern yang dirajut kembali dan dimunculkan sebagai sebuah konsep ilmu teoritis maupun aplikatif. Pembagian mazhab alur pemikiran Ekonomi Islam kontemporer muncul dalam tiga mazhab yaitu:

1. Mazhab Baqir As Sadr, tokohnyaantara lain Abbas Mirakhor, Baqir al-Hasani, dan Kadim as-Sadr. Inti ajaran dari mazhab ini salah satunya yaitu islam tidak mengenal adanya sumber daya terbatas, Al-Qur’an mengatakan “sesunguhnya telah kami ciptakan segala sesuatu dalam ukuran setepat-tepatnya.”

2. Mazhab Mainstream, tokohnya antara lain Umar chapra. M. Nejatullah Shiddiqy, dan para tokoh ekonomi islam di IDB. Aliran ini mengatakan bahwa masalah ekonomi muncul karena sumber daya yang terbatas, yang dihadapkan pada keinginan, kebutuhasn, dan kecenderungan manusia yang tidak terbatas.

3. Mazhab alternatif Kritis, tokohnya dipelopori oleh Timur Kur’an dari University of southem California, Yomo dari Harvard University, dan beberapa tokoh ekonomi islam dari Canbridge Universt dan Yale University. Aliran ini mengkritik mazhab Baqir As-Sadr dan mazhab Mainstream.

Hal yang melatarbelakangi pembagian ketiga mazhab ini adalah adanya perbedaan pendapat akan adanya konsep apa dan bagaimana ekonomi Islam. Akan tetapi, belum secara pasti dapat dibuktikan bahwa aplikasi konsep dan teori ekonomi Islam di masyarakat saat ini adalah sudah cukup dinaungi oleh ketiga mazhab tersebut diatas.

Namun Konsep dasar yang digunakan dalam ekonomi islam didasarkan kepada tauhid, keadilan, keseimbangan, kebebasan, dan pertanggungjawaban yangbersumber kepada al-Qur’an dan sunnah Rasul, yaitu tercantum dalam :

• Qs.al-Ahzab:72 (Manusia sebagai makhluk pengemban amanat Allah).
• Qs.Hud:61 (Untuk memakmurkan kehidupan di bumi).
• Qs.al-Baqarah:30 (Tentang kedudukan terhormat sebagai khalifah Allah di bumi).

Hal-hal yang tidak secara jelas diatur dalam kedua sumber ajaran Islam tersebut dapat diperoleh dengan jalan ijtihad. Yang dibarengi oleh prinsip-prinsip

Landasan moral dan etika dalam ekonomi islam juga tercantum dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah,dimana etika dalam ekonomi islam adalah memelihara amanah. Konsep amanah tersebut tidak sekedar mencerminkan pemeliharaan atas sumberdaya yang eksogen (tanah, uang dsb) tetapi juga sumber daya yang endogen, yaitu setiap diri kita sebagai manusia.Standar etika dari suatu prilaku ekonomi didasarkan pada ajaran islam dan bukan semata-mata atas nilai-nilai yang dibangun oleh kesepakatan sosial. Moralitas Islam ini tidak diposisikan sebagai suatu batasan ilmu ekonomi, namun justru sebagai pilar atau patokan dalam menyusun ekonomi islam.

Ekonomi Islam sangat perlu agar masyarakat terhindar dari perbuatan yang melanggar norma-norma hukum yang bersumber dari alqur’an dan as-sunnah.

Ekonomi islam memberikan alternatif baru khususnya bagi masyarakat muslim, untuk tidak melakukan penimbunan uang. Karena menimbun atau meniympan uang kontan (cash) tanpa dipergunakan tidak diperbolehkan dalam hukum islam. Buktinya dapat dilihat dari pemberian sanksi dari pemerintah bagi mereka yang menimbun uang dengan mengenakan pajak.

Hal ini semata-mata untuk menghindari kegiatan penimbunan uang yang biasanya digunakan untuk kegiatan spekulasi. Uang yang dimiliki oleh seseorang seharusnya digunakan untuk kepentingan jual beli ( selling dan buying) secara kontinu. Cara menggunakan uang yang diperbolehkan ekonomi islam (syariah) yaitu konsumsi yang halal, kegiatan produktif/investasi, dan kesejahteraan sosial.

By yatmizia ilham
Sampingan

Sejarah Museum Fatahillah Jakarta

Staadhuis itulah nama semula gedung Museum Sejarah Jakarta yang berada dijalan Taman Fatahillah Nomor 1 Jakarta Barat. Luas areal seluruhnya 13.588 m2, dan bangunan yang berada diatasnya tersebut, dilindungi oleh Pemerintah Pusat maupu Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Keputusan Mendikbud No.28/M/1988 dan keputusan Gubernur DKI Jakarta No.475 tahun 1993). Menurut catatan, bahwa pembangunan gedung Staadhuis itu sudah tiga kali pada tempat yang sama, tetapi pada kurun waktu yang berbeda. Pertama pada tahun 1620, dibangun oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterzoen Coen, yang digunakan sebagai Staadhuis sampai tahun 1627. Karena kegiatan VOC semakin meningkat, maka dibangun gedung baru ditempay yang sama. Gedung baru itu hanya bertahan sampai tahun 1707. Selanjutnya Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn, pada tanggal 25 Januari 1707, mulai membangun gedung baru (gedung yang sekarang), diatas puing-puing gedung Staadhuis yang lama. Peletakan batu pertama oleh putri Gubernur Jenderal Joan Van Hoorn, yang bernama Petrolina Willemina Van Hoorn. Adapun perencanaannya oleh WJ. Van Der Veld, dan pembuatannya dipimpin oleh J. Kemmers. Staadhuis yang cukup besar dan megah itu pembangunannya baru selesai pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham Van Riebeeck, yang kemudian diresmikan pada tanggal 10 Juli 1710.Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja Mataram Yogyakarta, pernah menyerang Batavia dua kali, yakni pada tahun 1628 dan tahun 1629. Pada penyerangan yang kedua itu pasukan Sultan Agung mampu membakar gedung Staadhuis tersebut. Gedung Staadhuis itu ternyata tidak hanya berfungsi sebagai kantor Balai Kota saja, akan tetapi juga sebagai kantor Dewan Urusan Perkawinan, Kantor Balai Harta (Jawatan Pegadaian) dan kantor Pengadilan (Raad Van Justitie). Oleh karena itu gedung Staadhuis tersebut oleh masayarakat dikenal juga sebagai Gedung Bicara.

Karena gedung juga berfungsi sebagai kantor pengadilan maka dilengkapi pula dengan sel atau ruang penjara sementara menunggu fonis pengadilan. Ruang penjara itu berada di lantai dasar dibagian belakang. Hal yang menarik adalah, bahwa digedung Staadhuis itu pernah ditawan beberapa pahlawan nasional, antara lain Pangeran Diponegoro, sebelum dibuang ke Makasar (Ujung Pandang), dan Cut Nyak Dien pahlawan wanita yang berasal dari Daerah Istimewa Aceh. Selain itu pula orang Cina dan bahkan orang Belanda yang melawan pemerintah. Kasusnya bermacam-macam, selain kasus politik ada juga kasus utang-piutang dan kasus kriminal.

Pada tahun 1925 sampai Jepang masuk ke Indonesia, gedung Staadhuis tersebut menjadi Balaikota Propinsi Jawa Barat oleh pemerintah Hindia Belanda. Setelah perang kemerdekaan sampai dengan bulan desember 1945 menjadi Balai kota Propinsi Jawa Barat dan selanjutnya dijadikan Kantor Kodim 0503 Jakarta Barat, sedangkan dibagian belakang untuk tempat tinggal keluarga. Ketika dijadikan kantor KODIM 0503, Taman Fatahillah didepannya yang luas itu pernah berfungsi sebagai terminal bis kota. Akhirnya pada tahun 1972 Pemerintah DKI Jakarta memugar gedung tersebut dan diresmikan sebagai menjadi Museum Sejarah Jakarta pada tanggal 30 Maret 1974.

Jepretan Museum Fatahillah :
cekidooot..🙂😀

 Nuansa apik,, bangunan Museum sejarah jakarta,,
atau lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah dari bagian depan🙂,, Nah ini dia,, Keindahan museum fatahillah pada malam hari,, ramai dikunjungi oleh pengunjung dan turis mancanageara…

Sejarah Museum Fatahillah Jakarta

By yatmizia ilham
Sampingan

A. Pengertian Pasar

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak.

B.PengenalanPasar

Sedangkan pengenalan pasar adalah usaha  untuk mengetahui potensi pembeli atau konsumen dengan mengetahui kebutuhannya. Pengelompokkan pasar secara umum sangat bervariasi mulai dari ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Contohnya pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.

B. Konsep Pasar

 Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (kepemilikan) jasa dan barang. Secara historis, pasar berasal di pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi atau dari – komunitas kecil, kota dan kota

 

C. Segmentasi Pasar

Sedangkan segmentasi pasar tersebut menurut Fandy Tjiptono segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat hiterogen ke dalam beberapa segmen, dimana masing-masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala aspek. Jadi, segmen pasar merupakan penetapan oleh perusahaan secara jelas kelompok-kelompok pasar yang sesuai untuk dilayani, selain efektif dan efisien melalui kombinasi kebijakan marketing mix yangberbeda-beda antara segmen yang satu dengan segmen yang lain.

Beberapa cara untuk menyusun segmen pasar antara lain:

1. Berdasarkan geografis

yaitu pengelompokan pasar berdasarkan atas daerah atau wilayah seperti kebangsaan, provinsi, kota, desa dan sebagainya. Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, propinsi, kota, wilayah kecamatan, wilayah kelurahan dan kompleks perumahan. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi di semua wilayah tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan psikologis konsumen.

Banyak perusahaan dewasa ini “merigionalkan“ program  pemasaran produknya, dengan melokalkan produk, iklan, promosi dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masingmasing regional, kota, bahkan kompleks perumahan.

2. Berdasarkan demografis

Segmentasi pasar demografis membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, jumlah keluarga, umur anak, pendapatan, jabatan, lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan, agama, ras atau kebangsaan.

Faktor-faktor demografis ini merupakan dasar paling populer untuk membuat segmen kelompok konsumen.

Alasan utamanya, yakni kebutuhan konsumen, keinginan, dan mudah diukur. Bahkan, kalau segmen pasar mula-mula ditentukan menggunakan dasar lain, maka karakteristik demografik pasti diketahui agar mengetahui besar pasar sasaran dan untuk menjangkau secara efisien.

a. Umur dan Tahap Daur Hidup

Perusahaan menggunakan segmentasi umur dan daur hidup, yakni menawarkan produk berbeda atau menggunakan pendekatan pemasaran yang berbeda untuk kelompok umur dan daur hidup berbeda. Misalnya, beberapa perusahaan makanan ringan “ciki” membuat produknya untuk konsumsi kaum anak-anak dan remaja.

b. Jenis Kelamin

Perusahaan menggunakan segmentasi jenis kelamin untuk memasarkan produknya, misalnya pakaian, kosmetik, dan majalah. Banyak perusahaan kosmetika, yang mengembangkan produk parfum yang hanya ditujukan kepada para wanita atau kaum pria.

c.  Pendapatan

Pemasar produk telah lama menggunakan pendapatan menjadi segmentasi pemasaran produk dan jasanya, seperti mobil, kapal, pakaian, kosmetik dan jasa transportasi. Banyak perusahaan membidik konsumen kaya dengan barang-barang mewah dan jasa yang memberikan kenyamanan dan keselamatan ekstra, sebaliknya ada beberapa perusahaan kecil yang membidik konsumen dengan level social-ekonomi menengah ke bawah.

d.  Segmentasi Demografik Multivariasi

Perusahaan banyak yang mensegmentasi pasar dengan menggabungkan dua atau lebih variabel demografik. Misalnya, suatu pemasaran produk yang segmentasi pasarnya diarahkan pada umur dan jenis kelamin.

3. Berdasarkan psikologis

Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup atau kepribadian. Dalam kelompok domografik, orang yang berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda.

a. Kelas Sosial

Kelas sosial ternyata mempunyai pengaruh kuat pada pemilihan jenis mobil, pakaian, perabot rumah tangga, properti, dan rumah. Pemasar menggunakan variabel kelas sosial sebagai segmentasi pasar mereka.

b. Gaya Hidup

Minat manusia dalam berbagai barang dipengaruhi oleh gaya hidupnya, dan barang yang mereka beli mencerminkan gaya hidup tersebut. Atas dasar itu, banyak pemasar atau produsen yang mensegmentasi pasarnya berdasarkan gaya hidup konsumennya. Sebagai misal, banyak produsen pakaian remaja yang mengembang-kan desain produknya sesuai dengan selera dan gaya hidup remaja.

c. Kepribadian

Para pemasar juga menggunakan variabel kepribadian untuk mensegmentasi pasar, memberikan kepribadian produk mereka yang berkaitan dengan kepribadian konsumen. Strategi segmentasi pasar yang berhasil berdasarkan pada kepribadian telah dipergunakan untuk produk seperti kosmetik, rokok, dan minuman ringan.

4. Berdasarkan perilaku

yaitu pengelompokan pasar berdasarkan kejadian atau hari hari istimewa, benefits, status pemakai, tingkat pemakaian,loyalitas konsumen, dan berdasarkan sikap yang ditunjukkanoleh konsumen.

Ciri-ciri yang harus dimiliki oleh segmen-segmen pasar agar berguna yaitu:

a) Dapat dicapai, sejauh mana segmen-segmen tersebut dapat dicapai dan dilayani.

b) Dapat diukur, sejauh mana ukuran dan daya beli segmen dapatdiukur

c) Cukup besar, sejauh mana segmen tersebut cukup besar danmenguntungkan.

d) Dapat dilayani, sejauh apa program yang efektif dan dirancang untuk menarik dan melayani segmen-segmen tersebut.

Segmentasi ini memungkinkan kita lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya dengan cara kreatif membagi-bagi pasarke dalam segmen-segmen, kita dapat memberikan pelayanan terbaikdan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang paling besar.

D. Target Pasar (Targetting)

Dalam menetapkan sasaran pasar (target pasar), perusahaan terlebih dulu harus melakukan segmentasi pasar, dengan cara mengelompokkan konsumen (pembeli) ke dalam kelompok dengan ciri-ciri (sifat) yang hampir sama. Setiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar yang akan dicapai. Segmentasi pasar dimaksudkan untuk mengkaji dan mencari kesempatan segmen pasar yang dihadapi perusahaan, menilai segmen pasar, dan memutuskan berapa banyak dari segmen pasar yang ada tersebut yang akan dilayani oleh perusahaan. Penentuan target pasar sangat penting karena perusahaan tidak dapat melayani seluruh konsumen atau pembeli yang ada di pasar. Pembeli yang ada terlalu banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam atau bervariasi, sehingga perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayaninya sebagai target pasar.

Kegiatan pemasaran akan lebih berhasil jika hanya diarahkan kepada konsumen tertentu sebagai target pasar yang dituju. Target pasar adalah kelompok konsumen yang agak homogen, yang akan dijadikan sasaran pemasaran perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus memperhatikan jenis kebutuhan dan keinginan konsumen. Selain itu perlu diperhatikan pula kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen manakah yang akan dipenuhi. Konsumen memang pembeli yang harus dilayani perusahaan dengan memuaskan. Namun, tidak mungkin perusahaan benar-benar dapat memberikan kepuasan kepada seluruh konsumen yang ada di pasar, karena terbatasnya kemampuan atau sumber daya perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu menentukan batas pasar yang akan dilayani atau yang menjadi target pasar, melalui pengelompokkan konsumen berdasarkan ciri-ciri atau sifatnya dikaitkan dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Adapun yang dimaksud dengan target pasar adalah kelompok konsumen yang mempunyai ciri-ciri atau sifat hampir sama (homogen) yang dipilih perusahaan dan yang akan dicapai dengan strategi bauran pemasaran (marketing mix). Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat mengembangkan posisi produknya dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar tersebut.

Target pasar perlu ditetapkan, karena bermanfaat dalam :

1.   Mengembangkan posisi produk dan strategi bauran pemasaran.

2.  Memudahkan penyesuaian produk yang dipasarkan dan strategi bauran pemasaran yang dijalankan (harga yang tepat, saluran distribusi yang efektif, promosi yang tepat) dengan target pasar.

3.   Membidik peluang pasar lebih luas, hal ini penting saat memasarkan produk baru.

4.  Memanfaatkan sumber daya perusahaan yang terbatas seefisien dan seefektif mungkin

5.   Mengantisipasi persaingan

Dengan mengidentifikasikan bagian pasar yang dapat dilayani secara efektif, perusahaan akan berada pada posisi lebih baik dengan melayani konsumen tertentu dari pasar tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

 

Anindita, Ratya.2004. Pemasaran Hasil Pertanian, Papyrus Surabaya

Irawan, Faried Wijaya, dan Sudjoni. 2001. Pemasaran: Prinsip dan Kasus.

Yogyakarta: PT BPFE Yogyakarta.

Stanton, William J.  1991. Prinsip Pemsaran. Jakarta: Erlangga

Kolter, Philip dan Gary Armstrong. 1997. Dasar-dasar Pemasaran. Edisi Bahasa

Indonesia Jilid 1. Jakarta: Prenhallindo

Kotler, Philips .1997. Manajemen Pemasaran (Terjemahan) Jilid I,   PT.Prehallindo, Jakarta

PengenaLan Pasar

By yatmizia ilham
Sampingan

RANGKUMAN FILSAFAT AJARAN IBNU SINA

BY : YATMIZIA ILHAM

RIWAYAT HIDUP IBNU SINA

Ibnu Sina dilahirkan pada masa kekacauan,dimana khilafat Abbasiyah mengalami kemunduran dan negeri-negeri yang mulanya berada dibawah kekuasaan khilafat mulai melepaskan diri satu persatu. Diantara daerah-daerah yang berdiri sendiri ialah Daulat Samani di Bukhara, dan diantara khalifahnya ialah Nuh bin Mansur. Pada masa khalifah tersebut tahun 340 H (980) di desa Afsyanah,suatu tempat dekat Bukhara, di Transoxiana (Persia Utara) Ibnu sina dilahirkan dan dibesarkan. Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina. Ayahnya berasal dari Kota Balakh kemudian pindah ke Bukhara pada masa Raja Nuh ibnu Manshur dan diangkat oleh raja sebagai penguasa di Kharmaitsan, satu wilayah dari kota Bukhara. Di kota ini ayahnya menikah Sattarah dan dikaruniai tiga orang anak; Ali, Husein (Ibnu Sina), dan Muhammad.
Ibnu sina menunjukkan prestasi intelektualnya yang independen danIamempunyai ingatan dan kecerdasan yang sangat luar biasa sehingga pada saat menjelang usia 10 tahun ia telah khatam al-Qur’an dan sebagian besar sastra arab (adab) sehingga orang-orang merasa kagum atas prestasinya.Dari mutafalsir Abu Abdellah Natili, Ibnu Sina mendapat bimbingan mengenai ilmu logika yang elementer untuk mempelajari buku Isagoge dan Porphyry, Euclid dan Al-Magest-Ptolemus. Dan sesudah gurunya pindah ia mendalami ilmu agama dan metafisika, terutama dari ajaran Plato dan Arsitoteles yang murni dengan bantuan komentator – komentator dari pengarang yang otoriter dari Yunani yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Arab.
Ketika menjelang usia 18 tahun dengan ketajaman otaknya ia telah menguasai logika fisika, dan matematika, sehingga tidak ada lagi yang tersisa baginya kecuali metafisika. Dan setelah membaca Metafisika Aristoteles sebanyak 40 kali, ia masih belum bisa memahami maksud dari pengarangnya. Sehingga secara kebetulan ia menemukan sebuah salinan dari buku Maksud-maksud Metafisika Aristoteles, yang seketika itu juga memberi petunjuk padanya apa yang Aristoteles maksud.
Pada usia 20 tahun, ayah Ibnu Sina meninggal dunia, kemudian ia meninggalkan Bukhara menuju jurjan, dan dari sini ia pergi ke khawarazm. Di jurjan ia mengajar dan mengarang,tetapiia tidak lama disini karena terjadinya kekacauan politik. Sesudah itu ia berpindah-pindah dari satu negeri ke negeri lain, dan akhirnya sampai di Hamadzan dan diangkat menjadi menteri oleh penguasa negeri tersebut. Sesudah itu ia pergi ke Isfahan, dan dari penguasa negeri ia mendapat sambutan baik, serta berkali-kali diajak bepergian dan berperang.
Hidup Ibnu Sina penuh dengan kesibukan bekerja dan mengarang, penuh dengan kesenangan dan kepahitan hidup bersama-sama, dan boleh jadi keaadan ini telah mengakibatkan ia tertimpa penyakit yang tidak bias diobat lagi. Pada tahun 428 H(1037 M), ia meninggal dunia di Hamadzan, pada usia 58 tahun.

FILSAFAT AJARAN IBNU SINA


Inti aliran filsafat Ibnu Sina ini terdapat dalam filsafat ajaranya dimana Ibnu sina
mengemukakan bahwa filsafat adalah suatu pengetahuan otonom yang perlu ditimba atau dipelajari oleh setiap manusia karena ia telah dikarunia akal oleh Allah SWT.Sehingga kita dituntut untuk berfikir rasionalDan disini saya akan menguraikan sedikit tantang filsafat ajaran dari Ibnu Sina yaitu :

A) Tentang Wujud
Ibnu Sina tentang wujud, sebagaimana para filosof muslim terdahulu. Dari Tuhanlah kemaujudan yang mesti, mengalir intelegensi pertama sendirian karena hanya dari yang tunggal.
Kami mengatakan bahwa Tuhan, dan hanya Tuhan saja yang memiliki wujud tunggal, secara mutlak, sedang segala sesuatu yang lain memiliki kodrat yang mendua. Karena ketunggalanya, maka apakah Tuhan itu di nyatakan bahwa ia ada, bukanlah dua unsur dalam satu wujud tetapi satu unsure atomic dalam wujud yang tunggal.
Sesungguhnya menurut Ibnu Sina, Tuhan menciptakan sesuatu karena adanya keperluan yang rasional ini, Ibnu Sina menjelaskan pra-pengetahuan Tuhan tentang semua kejadian, seperti apa yang kita lihat dalam pembahasanya tentang Tuhan. Dunia, secara keseluruhan ada bukan hanya karena kebetulan, tetapi di berikan oleh Tuhan, ia di perlukan, dan keperluan ini diturunkan dari Tuhan.

B. Teori Fisika
Kajian yang di kemukakan Ibnu Sina dalam masalah ini adalah bersifat teori, dan obyeknya yaitu benda yang wujud, dimana ia terdapat dalam perubahan, diam , dan bergerak. Ilmu Fisika mempunyai beberapa dasar yang hanya bisa di ketahui oleh orang yang mendalami ilmu ketuhanan. Sebagai dasar-dasar itu adalah:
1. Benda (maddah), shurah (form), dan tiada (adam)
2. Gerak dan diam
3. Waktu atau masa
4. Tempat dan kekosongan, Terbatas dan tidak terbatas

Penjelasan:

1. Benda, surah, dan tiada

Setiap benda yang tersusun mempunyai tiga unsur, yaitu bendanya surah dan tiada.Demikian menurut Aristoteles. Sebelum terjadinya surah, meskipun benda itu satu jumlahnya, namun ia mengandung dua unsure yang berbeda. Pertama, adalah unsure yang tetap.Kedua, adalah yang terjadi akibat adanya perubahan.
Ibnu Sina mengambil teori tersebut dari Aristoteles dengan mengatakan bahwa benda alam terdiri dari maddah( bendanya). Sebagai tempat, dan dari surah, sebagai perkara yang bertempat padanya. Hubungan benda dengan surat sama dengan hubungan perak dengan patung. Jadi benda alam mempunyai tambahan (perkara yang mengikutinya) yaitu a’radl (sifat-sifat), seperti gerak, diam dan lain-lain.

2. Gerak dan Diam
Menurut Ibnu Sina Gerak adalah pergantian keadaan yang menetap pada benda sedikit demi sedikit, dengan menuju kepada arahnya yang tertentu.Ia menambahkan bahwa tiap-tiap gerak terdapat pada perkara yang bisa bertambah atau berkurang, sedangkan jauhar ( benda-benda kecil/atom ). Dengan demikian kejadian jauhar dan kemusnahanya tidak merupakan gerak, melainkan sesuatu yang terjadi dengan sekaligus. Atau bisa dikatakan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain adalah gerak. Begitu pula perpindahan dari putih ke hitam dan bertambah atau berkurangnya sesuatu bentuk juga dikatakan gerak.
Tentang diam, maka dikatakan oleh Ibnu Sina sebagai tidak adanya gerak dari suatu yang bisa bergerak. Jadi perlawanan antara diam dengan gerak sama dengan perlawanan antara tiada dengan nyata.

3. Zaman
Zaman adalah ukuran (kadar) gerak yang bundar, dari segi maju mundurnya dan Ibnu Sina sependapat dengan Aristoteles. Apabila zaman itu adalah ukuran gerak, sedang zaman itu bukan baru ( dari segi zaman ) maka artinya gerak itu bukan hal yang baru.
Zaman tidak dijadikan dalam proses waktu, melainkan kejadian tersebut adalah ibda’ ( ciptaan ), dimana penciptaanya tidak mendahuluinya dari segi singkatan dan martabat. Kalau sekiranya zaman itu mempunyai sumber ( asal) maka berarti zaman itu terjadi sesudah ada zaman lain yang mendahuluinya. Sebab pengertian baru dalam zaman adalah bahwa zaman itu asalnya tidak ada kemudian menjadi ada.Jadi sekali lagi apabila zaman itu ukuran gerak dan zaman itu bukan baru, maka gerak itupun bukan hal yang baru.

4. Tempat, kekosongan, terbatas, dan tidak terbatas.
Tempat adalah sesuatu yang didalamnya terdapat suatu benda. Jadi tempat itu meliputi benda itu, memuatnya, terpisah darinya, terjadi suatu gerakan dan sama ( seimbang) dengan benda tersebut. Sebab tidak mungkin terdapat dua benda dalam satu tempat dan dalam masa yang satu pula. Tempat itu bukan benda (mamer = hule = materi ) bukan pula surah ( form), karena kedua-duanya hanya berada pada suatu yang terdapat dalam tempat.
Kemudian dalam soal kekosongan, ibnu sina tidak membenarkan adanya kekosongan, sebagaimana ia mengingkari adanya keterbatasan ( kadar) yang tak terhingga, atau adanya bilangan yang tidak berakhir ataupun gerak yang tidak berpangkal.

C.Ilmu Jiwa
Ibnu Sina tidak membenarkan mereka yang mempersatukan jiwa dengan badan, atau yang mengingkari wujudnya sama sekali atau menganggap badan sebagai sumber kegiatan pikiran yang bermacam-macam,atau dengan perkataan lain. Pembahasan Ibnu Sina tentang masalah jiwa, tidak keluar dari aliran filsafatnya secara global, meski dalam dalam usaha yang berkaitan dengan menghimpun, menyusun, mengompromikan atau menyeleksi. Dalam melakukan perpaduan, ia mempunyai tujuan tertentu yang ia miliki, tetapi ia juga mempunyai metode tersendiri di dalam melakukan perpaduan itu. Sehingga ia tetap memiliki karakteristik yang membedakan antara dirinya dengan para ahli lainya.

FILSAFAT IBNU SINA DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Ketika saya cermati Filsafat Ibnu Sina ini sangat berpengaruh sekali dimana ia adalah seorang pemikir islam yang intelek,dan islam sebagai agama yang sangat diagungkan, dimana didalam filsafat ini cenderung memberikan perhatiannya terhadap persoalan kejiwaan salah satunya pembahasan kejiwaan Ibnu Sina dalam al-Qur’an dan Hadis.
Dimana al-Qur’an dan Hadis merupakan sumber agama islam dan dapat dilihat, bahwasanya didalam kedua sumber ini banyak menyingung persoalan jiwa. Seperti didalam al-Qur’an dikatakan bahwa jiwa merupakan sumber hidup yang diambil dari Tuhan, terdapat dalam (Q.S. shad/38:71-72). Dan tempat kembalinya semua jiwa itu hanyalah kepada tuhan yang tercantum dalam ( Q.S. az-zumar/39:42).
Dan didalam Hadis menyinggung akhir jiwa kita sesudah mati,antara lain sikap kita terhadap pertanyaan dua malaikat dan adanya siksa kubur atau pahala yang dirasakan.

KESIMPULAN
Ibnu Sina memiliki pemikiran keagamaan yang sangat mendalam. Pemahamannya mempengaruhi pandangan filsafatnya.Ketajaman pemikirannya dan kedalaman keyakinan keagamaannya secara simultan mewarnai alam pikirannya.Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam berfilsafat, sementara al-Ghazali menjulukinya sebagai Filsuf yang terlalu banyak berfikir.
Dan setiap ajaran filsafat Ibnu Sina ini membahas tentang teori fisika,ilmu jiwa,dan tentang wujud Menurut Ibnu Sina bahwa alam diciptakan dengan jalan emanasi (memancar dari Tuhan). Tuhan adalah wujud pertama yang immateri dan dariNyalah memancar segala yang ada.Tuhan adalah wajibul wujud (jika tidak ada menimbulkan mustahil), beda dengan mumkinul wujud (jika tidak ada atau ada menimbulkan tidak mujstahil).

Mengungkap Tabir Filsafat Ajaran Ibnu Sina

By yatmizia ilham

Asuransi Konvensional & Asuransi Syariah

Sejarah Berdirinya Asuransi
Perjanjian Asuransi yang bertujuan untuk berbagi Resiko antara penderita musibah dan perusahaan asuransi dalam berbagai macam lapangan, merupakan hal baru yang belum pernah dikenal dalam kehidupan Rasulullah saw, para sahabat dan tabi’in. Namun kini Perusahaan asuransi telah bermunculan seperti Asuransi laut dan kebakaran yang pertama kali muncul di Indonesia adalah Bataviansche zee & Brand assurantie maatshappij, didirikan pada tahun 1843. Pada tahun 1912 lahir perusahaan asuransi jiwa buni putera sebagai usaha pribumi.
Kebutuhan akan kehadiran jasa asuransi yang di dasari syariah diawali dengan mulai beroprasinya bank-bank syariah. Hal tersebut sesuai dengan UU no.7 tahun 1992 tentang perbankan dan ketentuan pelaksanaan bank syariah. Untuk itulah pada tanggal 27 juli 1993, ikatanCendekiawan Muslin se-Indonesia (ICMI) melalui yayasan Abdi bangsa Bersama bank Muamalat Indonesia dan perusahaal asuransi Tugu Sepakan mendirikan Asuransi takaful indonesai (TEPATI). TEPATI telah merealisasikan berdirinya PT. Syarikat TAKAFUL Indonesia sebagai Holding Company dan dua anak perusahaan PT. Asuransi takaful Keluarga dan PT. Asuransi takaful umum dua perusahaan tersebut di bentuk berdasarkan UU no.2 th.1992 tentang perusahaan asuransi yang didirikan secara terpisah.
Pendiri dua anak perusahaan PT.syarikat Takaful Indonesia adl dalam rangka penyesuaian dengan ketentuan Bab III pasal 3 UU no.2 th 1992 tentang usaha perasuransian yangt berbunyi:
1. Usaha asuransi kerugian yang memberikan jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tak pasti.
2. Asuransi jiwa yang memberikan jasa dalam penanggulangan resiko yang di kaitkan dengan hidup atau meninggal nya seseorang yang di pertanggungkan.
3. Asuransi yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi perusahaan asuransi kerugian dan perusahaan asyransi jiwa.
Prinsip Asuransi Syariah
meliputi :
1. Sesama muslim saling bertanggung jawab. Kehidupan di antara sesama muslim terikat dalam suatu kaidah yang sama dalam menegakkan nilai-nilai islam. Oleh karena itu, kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim.
2. Sesama muslim harus bekerjasama atau saling bantu membantu. Seorang muslim akan berlaku bijak dalam kehidupan. Oleh karena itu, kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim.
3. Sesama muslim harus saling melindungi penderitaan satu sama lain. Hubungan sesama muslim tersebut diibaratkan suatu badan, apabila suatu anggota tubuh terganggu maka seluruh tubuh tersebut akan merasakan gangguan tersebut atau sakit. Maka, saling tolong-menolong dan membantu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sistem kehidupan masyarakat muslim.
Ketentuan operasi Asuransi syariah
Dalam operasinya, asuransi syariah berpegang pada ketentuan-ketentuan berikut:
1. Akad
Kejelasan akad dalam praktek muammalah merupakan prinsip karena akan menentukan SAHatau TIDAK SAH nya secara Syariah.demikian hal nya dengan asuransi, akad antara perusahaan dengan peserta harus jelas. Apakah akad-nya jual beli (tadabuh) atau tolong menolong (takaful).
2. Gharar
Definisi gharar menurut mazhab syafi’i adalah apa-apa yang akibatnya tersembinyi dalam pandangan kita dan akibat yang paling kita takuti. Apabila tidak lengkap nya rukun dari akad jual beli atau akad pertukara harta benda dalam hal ini adalah cacat secara hukum.
3. Tabarru’
Tabarru’ berasal dari kata Tabarra yatabarra tabarrauan, yang artinya sumbangan atau derma. Orang yang menyumbang disebut Mutabarri (dermawan). Niat tabarru’ merupakan alternatif uang yang sah dan diperkenankan. Tabarru’ bermaksud memberikan dana kebajikan secara ikhlas untuk tujuan saling membantu satu sama lain sesama peserta takaful, ketika diantara mereka ada ang mendapat musibah.
4. Maysir.
Islam menghindari adanya ketidak jelasan informasi dalam melakukan transaksi. Maysir pada hakekatnya muncul karena tidak di ketahuinya informasinya oleh peserta tentang berbagai hal yang berhubungan dengan produknya yang akan di konsumsi.
5. Riba
Keberadaan asuransi syariah yang paling substansial disebabkan adanya ketidak adilandalam asuransi dalam asuransi konvensional, misalnya upaya untuk melipatgandakan keuntungan dari praktek yang dilakukan dengan cara yang tidak adil. Semua asuransi konvensional menginvestasikan dana nya dengan bunga.
6. Dana Hangus
Dalam asuransi konvensional adanya dana yang hangus, dimana peserta yang tidak dapat bayar premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa Revising Perioid, maka dana peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non-tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontraknya dan tidak terjadi klaim. Maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi.
Perbedaan Asuransi
Perbedaan asuransi syariah dengan konvensional meliputi:
1.) Keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dalam perusahaan asuransi syariah merupakan suatu keharusan. Dewan ini berperan mengawasi manajemen, produk serta kebajikan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat islam.
2.) Prinsip asuransi syariah adalah takafulli (tolong menolong) sedangkan prinsip asuransi konvensional tadabuli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
3.) Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan system bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional investasi dana dilakuin pada sembarang sector dan dengan menggunakan sistem bunga.
4.) Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada asuransi konvensional premi menjadi milik perusahaan dan perusahaanlah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.
5.) Untuk kepentingan pembayara klaim nasabah dana di ambil dari rekening tabarru’ seluruh. Peserta yang sudah di ikhlaskan untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. Sedangkan dalam asuransi konvensional, dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
6.) Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil. Sedangkan dalam asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Jika tidak ada klaim, nasabah tidak mendapatkan apa-apa.
Kendala pengembangan Asuransi
Dalam perkembangannya, asuransi syariah menghadapi beberapa kendala diantaranya:
1. Rendahnya tingkat perhatian masyarakat terhadap keberadaan asuransi syariah yang relative baru disbanding dengan asuransi konvensional yang telah lama masyarakat mengenal, baik nama dna oparisanya. Keadaan ini kadangkala menurunkan motivasi pengelola dan pegawai asuransi syariah untuk tetap mempertahankan idealismenya.
2. Asuransi bukanlah bank yang banyak berpeluang untuk bisa berhubungan dengan masyarakat dalam hal pendanaan atau pembiayaan. Artinya dengan produknya bank lebih banyak berpeluang untuk selalu bisa berhubungan dengan masyarakat. Dilain pihak, masyarakat memiliki sedikit peluang untuk berhubungan dengan asuransi syariah, berkenaan rendahnya kepentingan masyarakat terhadap produk asuransi syariah.
3. Asuransi syariah sebagaimana bank dan lembaga keuangan syariah lain, masih dalam proses mencari bentuk. Oleh karenanya, diperlukan langkah-langkah sosialisasi, baik untuk mendapatkan perhatian masyarakat maupun sebagai upaya masukan demi perbaikan system yang ada.
4. Rendahnya profesionalisme sumber daya manusia (SDM) menghambat laju pertumbuhan asuransi syariah. Penyediaan sumber daya manusia dapat dilakukan dengan kerja sama dengan berbagai pihak terutama lembaga-lembaga pendidikan untuk membuka atau memperkenalkan pendidikan asuransi syariah.
STRATEGI PENGEMBANGAN ASURANSI SYARIAH
Adapun strategi yang diperlukan untuk mengembangkan asuransi syariah diantaranya sebagai berikut:
1.Perlu strategi pemasaran yang lebih terfokus kepada upaya untuk memenuhi pemahaman masyarakat tentang asuransi syariah. Maka asuransi syariah perlu meningkatkan kualitas pelayanan (service quality) kepada pemenuhan pemahaman masyarakat ini, misalnya mengenai apa asuransi syariah, bagaimana operasi asuransi syariah, keunutngan apa yang didapat dari asuransi syariah dan sebagainya.
1. Sebagai lembaga keuangan yang menggunakan system syariah tentunya aspek syiar islam merupakan bagian dari operasi asuransi tersebut, syiar Islam tidak hanya dalam bentuk normatif kajian kitab misalnya , tetapi juga hubungan antara perusahaan asuransi dengan masyarakat. Dalam hal ini, asuransi syariah sebagai perusahaan yang berhubungan dengan masalah kemanusiaan (kematian, kecelakaan,kerusakan), setidaknya dalam masalah yang berhubungan dengan klaim nasabah asuransi syariah bisa memberikan pelayanan yang lebih baik dibanding dengan asuransi konvensional.
2. Dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah , ulama, akademisi dan masyarakat diperlukan untuk memberikan masukan dalam penyelenggaraan operasi asuransi syariah. Hal ini diperlakukan selain memberikan control bagi asuransi syariah untuk berjalan pada system yang berlaku, juga meningkatkan kemampuan asuransi syariah dalam menangkap kebutuhan dan keinginan masyarakat.

By yatmizia ilham

Ham & Diskriminasi

  1. Pengertian HAM dan HAM menurut pandangan Islam
  • Pengertian HAM

Seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (dalam pasal 1 angka 1 UU No. 39 Thaun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM)

Dari pengertian diatas, maka HAM mengandung 2 makna :

  1. HAM (Hak Asasi Manusia) merupakan alamat yang melekat dalam diri manusia sejak manusia dilahirkan ke dunia.
  2. HAM (Hak Asasi Manusia) merupakan instrumen untuk menjaga hakekat dan martabat manusia dengan kodrat kemanusiaannya yang luhur.

Pembagian Bidang, Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :

1. Hak asasi pribadi / personal Right
– Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pndah tempat
– Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
– Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
– Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing

2. Hak asasi politik / Political Right
– Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
– hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
– Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
– Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi

3. Hak azasi hukum / Legal Equality Right
– Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
– Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
– Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum

4. Hak azasi Ekonomi / Property Rigths
– Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
– Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
– Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
– Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
– Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak

5. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
– Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
– Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum.

6. Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
– Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
– Hak mendapatkan pengajaran
– Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat

  • HAM menurut pandangan Islam

Islam memandang bahwa manusia adalah onyek penghormatan dari sisi Allah SWT, menganugerahi penghormatan itu dan memberikannya kepada manusia sebagai keutamaan (karunia) yang berasal dari Allah SWT. Setiap manusia dengan sifatnya sebagai manusia adalah sama, sama mendapatkan penghormatan ini, meskipun berbeda-beda warna kulitnya tempat tinggal dan nasabnya. Begitu juga antara laki-laki dan perempuan, dalam hal ini juga sama, sama mendapatkan penghormatan itu. Allah berfirman :’’Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. Al-Isra’: 17 : 70)

B.     Pengertian diskriminasi gender

Diskriminasi gender adalah ketentuan, persepsi atau aturan publik atau privat atau kebijakan yang menegaskan bahwa seseorang tidak diperkenankan melakukan sesuatu karena terkait gendernya.

Bentuk-bentuk mayoritas diskriminasi gender adalah bentuk-bentuk yang memberikan dampak sebagian besar bagi meraka yang tidak semuanya perempuan atau tidak semuanya laki-laki, sedangkan bentuk-bentuk minoritasnya dalah bentuk-bentuk yang memberikan dampak pada suatu minoritas kecil bagi perempuan mauupun laki-laki.

C.    Pandangan Islam terhadap perempuan

Berkembangnya diskursus hak asasi manusia, khususnya hak asasi perempuan, yang dilatarbelakangi oleh adanya kesadaran akan fakta-fakta kekerasan dan diskriminasi yang dialami perempuan. Kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk kejahatan yang cukup tua. Kejahatan jenis ini, sebelumnya merupakan kejahatan yang tidak pernah diakui sebagai sebuah kejahatan dan tidak pernah diadili. Berbeda dengan catatan sejarah kejahatan yang menimpa umat manusia pada umumnya, kejahatan terhadap perempuan menjadi semakin sulit tertangani oleh karena dominasi pandangan/perspektif patriarkat yang melekat dan membantu pada pikiran manusia. Berangkat dari perspektif patriarkat inilah budaya patriarkat terbentuk dan menyatu dalam kebudayaan manusia. Dari sini, ketidakadilan gender menimpa perempuan. Terminologi kesetaraan gender dibangun diatas dasar kesadaran pengakuan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender. Karena ketidaksetaraan itu maka, segenap ikhtiar untuk membangun kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan muncul.

Pengakuan adanya ketidakadilan gender adalah modal awal bagi upaya membangun kesetaraan gender. Tanpa pengakuan, ketidakadilan gender akan tetapi titik awal terjadinya berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan. Peremuan, secara biologis memeiliki perbedaan dengan laki-laki. Perbedaan biologis itu bukanlah menjadi pembenar bagi pemeranan perempuan secara tidak adil, tetapi jurusan menuntut setiap orang, institusi sosial, dan negara untuk maemberikan perlidungan khusus kepada perempuan. Fakta perbedaan biologis ini yang kemudian menjadi argumen perlunya perlindungan khusus bagi perempuan. Namun demikian, yang terjadi di sekitar kita, perbedaaan biologis ini justru menjadi justifikasi praktik ketidakadilan gender: subordinasi (derajat yang rendah), marginalisasi, beban ganda (double burden), kekerasan, dan stereotipe.

Meskipun telah terjadi berbagai kemajuan menyangkut hak-hak perempuan, akan tetapi sejauh yang dapat dilihat dalam tradisi pemikiran islam dan perundang-undang, yang berlaku dibanyak negara muslim, termasuk Indonesia, perempuan masih menghadapi berbagai kendala serius untuk menikmati hak-hak asasinya. Perempuan masih mengalami problem diskriminasi gender. Problem diskriminasi berdasarkan gender muncul baik dalam pandangan dominan kaum muslimin maupun dalam hukum-hukum keluarga dan perdata Islam.

Pertama, perempuan diposisikan sebagai makhluk subordinat dengan tugas-tugas domestik. Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan posisi perempuan ini : “kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagai yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka untuk perempuan”. (QS. An-Nisa, 4:34). Prioritas laki-laki atas perempuan ini juga dinyatakan pada ayat yang lain : “kaum perempuan mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibanya. Akan tetapi kaum laki-laki (suami) mempunyai satu tingkatan kelebihan dari pada kaum perempuan (isterinya)”. (QS. Al-Baqarah, 2:228)

Kedua, meskipun konteks ayat 34 surat An-Nisa tersebut berkaitan dengan urusan domestik, tetapi sejumlah pandangan ahli tafsir ayat ini juga dirujuk melalui argument analogis utama (qiyas awlawi) untuk menjustifikasi seluruh peran-peran perempuan didalam wilayah publik-politik. Pemikiran ini juga dikuatkan oleh sumber otoritatif lain yaitu hadist shahih (valid) yang secara eksplisit menegaskan ketidakberuntungan bangsa yang dipimpin presiden perempuan : “lan yufliha qawmun wallau amrahum imra-atan”. “(negara tidak akan maju apabila menyerahkan urusanya terhadap perempuan)”. Argument paling banyak dikemukakan adalah bahwa kehadiranya dihadapan dan bersama laki-laki dapat menimbulkan “fitnah” atau berpotensi menggoda. Argumnet keagamaan yang sama digunakan mayoritas besar ulama menolak peran perempuan dalam wilayah legislatif dan yudikatif.

Ketiga, hak cerai ada ditangan laki-laki (suami). Dalam khazanah hukum Islam suami dibenarkan menceraikan isterinya kapan saja dia mau. Sementara perempuan (isteri) hanya bisa bercerai dari suaminya melalui pengajuan gugatan atau yang biasa disebut “khulu” (gugat cerai). Hal ini juga didasarkan atas teks-teks Al-Qur’an, antara lain : “perceraian (yang boleh rujuk) itu adalah dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang patut atau menceraikannya dengan cara yang patut pula”. (QS. Al-Baqarah, 2:229). Teks-teks Al-Qur’an  yang berhubungan dengan perceraian semuanya ditujukan kepada laki-laki. Norma hukum yang diskriminatif seperti ini juga memiliki implikasi yang busa sangat merugikan bagi kaum perempuan.

Keempat, poligami dibenarkan berdasarkan ayat-ayat Al Qur’an surah An Nisa, 4:3, dan prakik Nabi. UU Perkawinan 1/1974,misalnya, membolehkan poligami dengan sejumlah syarat yang ketat. Demikian juga dalam Kompilasi Hukum Islam yang menjadi pegangan para hakim.

       Kelima, hukum waris. Bagian waris untuk perempuan adalah separoh dari laki-laki. Ketentuan pembagian harta waris yang dianggap diskriminatif inimerujuk pada ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ayat Al-Qur’an tersebut berbunyi : “Aku wasiat (pesan) kepadamu tentang anak-anakmu. Bagi laki-laki sebanding dua kali bagian perempuan”. (Q.S. An-Nisa, 4:11). Menafsir ajaran-ajaran keagamaan secara adil harus dimulai dengan mengkritisi pandangan-pandangan fiqh yang relatif dan sangat sosiologi menggunakan landasan prinsip-prinsip dasar universal Islam. Serta pada dasarnya ajaran Islam adalah adil dan setara dalam memandang laki-laki dan perempuan.

  1.  Pandangan Islam Dalam Hubungan Laki-laki dan Perempuan

Islam telah membatasi hubungan lawan jenis atau hubungan seksual antara pria dan

Wanita hanya dengan perkawinan dan kepemilikan hamba sahaya. Sebaliknya, Islam telah menetapkan bahwa setiap hubungan lawan jenis selain dengan dua cara tersebut adalah sebuah dosa besar yang layak diganjar/disanksi dengan hukuman yang paling keras. Diluar hubungan lawan jenis, yakni interaksi yang lain yang merupakan manifestasi dari “gharizah an-naw” (naluri melestarikkan jenis manusia), seperti hubungan antara bapak, ibu, anak, saudara, paman dan lain-lain. Islam telah membolehkanya sebagai hubungan silaturahmi antar mahram, membolehkan pria atau wanita melakukan aktifitas perdagangan, pertanian, industri, selain itu juga membolehkan mereka dalam menghadiri kajiian, keilmuan, melakukan shalat berjama’ah, mengemban dakwah. Islam telah menjadikan kerjasama antara pria dan wanita dalam berbagai aspek kehidupan serta interaksi antar sesama manusia sebagai perkara  yang  pasti dalam  seluruh muamalat sebab, semuanya adalah hamba Allah SWT dan semuanya saling menjamin untuk mencapai suatu kebaikan serta menjalankan ketakwaan dan pengabdianya.

Ayat-ayat Al-Qur’an telah menyeru manusia kepada Islam tanpa membedakan apakah dia seorang pria ataukah wanita. Allah SWT berfirman dalam (QS.Al-A’raf 7 : 158) “ Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada   Tuhanmu”. Meskipun  demikian, Islam sangat berhati – hati menjaga masalah ini,karena itulah, Islam melarang segala sesuatu yang dapat mendorong tarjadinya hubungan yang bersifat seksual yang tidak disyariatkan. Islam melarang siapapun,  baik wanita  maupun prianya. Keluar dari sistem islam yang keras mengatur hubugan lawan jenis, larangan dalam persoalan ini demikian tegas. Atas dasar itu, Islam menetapkansifat’iffah(menjaga kehormatan) sebagai suatu kewajiban. Islam pun menetapkan setiap metode maupun sarana yang dapat menjagakemuliaan dan akhlak terpuji sebagai sesuatu yang juga wajib dilaksanakan,sebagaimana kaidah rasul menyatakan :

“ Suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu yang lain, maka sesuatu itupun hukumnya wajib pula” Lebih dari itu Islam telah menetapkan hukum-hukum Islam tertentu yang berkenaan dengan hal ini. Hukum-hukum tersebut banyak sekali jumlahnya,diantaranya ada 5 yaitu :

1. Islam telah memerintahkan kepada umat manusia baik pria maupun wanita untuk menundukan pandangan terhadap lawan jenis.

2. Islam melarang pria dan wanita untuk berkhalwat (berdua-duua’an) kecuali jika wanita iru didampiingi oleh mahramnya.

3. Tidak saling menyentuh lawan jenis.

4. Islam sangat menjaga agar dalam kehiduupan komunitas wanita terpisah dari komunitas pria, baik sisalam masjid, disekolah, dan lain-lain.

5. Islam sangat menjaga agar hubungan  kerjasama antara pria dan wanita hendaknya bersifat umum dalam urusan muammalat, bukan hubungan yang wanita hendaknya bersifat khusus seperti saling mengunjungi antara wanita dengan pria yang bukan mahramnya atau keluar bersama untuk berdarmawisata.

Dengan hukum- hukum ini, islam dapat menjaga interaksi pria dan wanita,sehingga tidak menjadi interaksi yang mengarah pada hubungan lawan jenis atauhubungan yang bersifat seksual. Artinya interaksi mereka tetap dalam koridor kerjasama semata dalam menggapai berbagai permasalah dan melakukan berbagai macam aktifivitas.

Sanksi Pelaku Diskriminasi

Disahkan di DPR pada 28 Oktober 2008, Undang- Undang Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi, Etnis dan Ras bisa dibilang merupakan undang-undang yang paling penting yang dihasilkan wakil rakyat pada tahun itu. Dengan undang-undang ini, menurut Ketua Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang Diskriminasi tersebut, Murdaya Poo, mereka yang melakukan diskriminasi bisa dipidanakan. ”Misalnya sekolah yang melakukan diskriminasi, rektornya atau universitasnya bisa dipidanakan secara personal.

Awalnya undang-undang ini bernama Rancangan Undang-Undang Antidiskriminasi. Sesuai namanya, jika disahkan, undang-undang ini kelak diharapkan akan mencegah segala jenis diskriminasi. Tetapi, belakangan, DPR mengubah dan membatasi cakupannya hanya pada penghapusan diskriminasi etnis dan ras.

Pasal 15:

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Pasal 16

Setiap Orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2 atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Pasal 17

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perampasan nyawa orang, penganiayaan, pemerkosaan, perbuatan cabul, pencurian dengan kekerasan, atau perampasan kemerdekaan berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b, angka 4, dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ditambah 1/3 (sepertiga) dari masing masing ancaman pidana maksimumnya.

By yatmizia ilham

Informasi Keuangan BNI Syariah dan Penjelassannya

Uraian dan penjelasan dari laporan keuangan BNI syariah dari neraca keuangan,Laporan Laba/rugi BNI syariah

a.uraian Neraca keuangan bank BNI syariah
Disetiap uraian neraca ini akan membahas tentang laporan keuangan yang menunjukkan aktiva ,kewajiban dan modal, disini saya hanya akan menguraikan laporan keuangan 2011 dan 2010.
yang dijelaskan bahwa kas yang ada di brankas bank BNI syariah pada bulan desember 2011 sebesar Rp. 70.235 ,,
Dan pada tahun 2010 juga dijelaskan bahwa uang yang ada dibrankas BNI syariah sebesar Rp. 39.193 ,,,

b. Uraian perhitungan laba/rugi
Didalam laopran laba/rugi ini mencakup pendapatan total investasi, biaya-biaya, keuntungan atau kerugian selama periode yang dicakup oleh laporan laba/rugi BNI syariah ini.
Saya hanya menguraikan laporan pendapatan total dan beban operasional Tahun 2011 sebesar Rp.1.009.550 ,
Dan laporan pendapatan total dan beban(biaya-biaya) operasional tahun 2010 sebesar Rp.447.913
serta Laporan saldo Laba/Rugi BNI syariah akhir periode desember 2011 itu sebesar Rp.72.386
Dan laporan saldo Laba/Rugi BNI syariah akhir periode desember 2010 itu sebesar Rp.36.512

power point Laporan keuangan BNI syariah tahun 2011 dan 2010 –>
Laporan Keuangan BNI Syariah Desember 2011 (1)

By yatmizia ilham

ImpLementasi Produk QordhuL Hasan

Implementasi Produk Qord dari Bank Syariah saat ini yang terbanyak adalah untuk dana talangan haji.

Ketika saya cermati persamaan antara konsep ideal dengan praktik yang dilakukan oleh bank-bank syariah.

Sama-sama memberikan pinjaman uang (dana) kepada nasabah calon haji tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh bank.
Pembiayaan talangan haji adalah pinjaman (qardh) dari bank syariah kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh kursi (seat) haji pada saat pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Dana talangan ini dijamin dengan deposit yang dimiliki nasabah. Nasabah kemudian wajib mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam itu dalam jangka waktu tertentu. Atas jasa peminjaman dana talangan ini, bank syariah memperoleh imbalan (fee/ujrah) yang besarnya tak didasarkan pada jumlah dana yang dipinjamkan.
Qardh ini bersifat mandub (dianjurkan) bagi muqridh(orang yang mengutangi) dan mubah bagi muqtaridh (orang yang berutang
perbedaan antara konsep ideal dengan praktik yang dilakukan oleh bank-bank syariah

Perbedaan Konsepnya Dengan memberikan pinjaman (Qardh) yang berbeda-beda dan perbedaan praktiknya jika praktik talangan haji itu menyalahi aturan DSN No. 29/DSN-MUI/VI/2002, dengan menggunakan sistem ijarah,tetapi biaya jasanya disesuaikan dengan dana al-Qardh yang disalurkan dan berdasarkan dengan lama waktu pengembalian dana al-Qardh.
sama saja dengan menggunakan sistem bunga atau mengandung riba jika praktiknya seperti itu.

Baik buruk produk Qord ditinjau dari perspektif hukum syariah (Islam) dapat dilihat dari surat _

– Al-Baqarah : 245
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (Al-Baqarah : 245)
-Al-Maidah : 2
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah : 2)
– al-Hadid ayat 11.
“ Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak” (al-Hadid ayat 11)

Jadi kalau dilihat dari segi perspektif Baiknya : Dalam panjelasan ketiga surat di atas, bahwa para ulama telah menyepakati bahwa qardh boleh dilakukan, dan kesepakatan ulama ini didasari tabiat manusia yang tidak bisa hidup tanpa pertolongan dan bantuan saudaranya. Bahwa tidak seorangpun yang memiliki segala barang yang ia butuhkan. Oleh karena itu, pinjam-meminjam sudah menjadi satu bagian dari kehidupan didunia ini. Dan Islam adalah agama yang sangat memperhatikan segenap kebutuhan ummatnya.
Kalau dari segi Buruknya : qordh itu tidak boleh dilakukan bila terdapat unsur riba.

Baik buruk produk Qord ditinjau dari perspektif Bank

Dari segi Baiknya: Memberikan Sejumlah Pinjaman talang kepada nasabah calon haji Tanpa imbalan dengan syarat Nasabah tersebut akan melunasinya sebelum keberangkatan haji.
Dari segi Buruknya : Bila ada terjadi sesuatu terhadap pinjaman nasabah tersebut maka ditanggung oleh sinasabah itu sendiri karena Bank tidak memberikan jaminan kepada nasabah.

Baik buruk produk qord ditinjau dari perspektif calon haji

Dari segi Baiknya : memudahkan sicalon untuk menunaikan Haji karena telah diberikan pinjaman.
Dari segi Buruknya : tanggal pengemblian pinjaman nya ditetapkan, Bahwa sinasabah peminjam dana talangan haji harus melunasi pinjaman nya sebelum keberangkatan haji, dan seandainya sinasabah belum mampu untuk melunasi maka itu akan menjadikan beban bagi nasabah itu sendiri.

Yatmizia ilham/ EPI 20110730058

By yatmizia ilham
Ibu

Puisi Untuk MamaKu Tercinta

mama…
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

mama…
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

mama…
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

mama…
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

mama…
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

mama…
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

mama…
hanya do’a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi Bisu
atas rasa cintaku padamu..
Aku disini bertahan karena Mu..

 

mama…, I LOVE YOU SO MUCH
…!!!

🙂 :0

By yatmizia ilham